Saturday, 17 January 2015

Wanita Baik-Baik?


Perasaanmu gimana sih kalau dicap perempuan nggak baik? Apakah lantas semua perempuan yang berani, kuat, mandiri, agresif itu disebut bukan perempuan baik-baik? Atau yang bukan berlatar belakang keluarga yang harmonis, bukan keluarga kaya, bukan keluarga abdi dalem atau kraton itu lantas bukan perempuan baik-baik?

Apakah diluar perempuan yang lembut, feminim, selalu berpakaian tertutup, rajin beribadah, “manut”, manja, pintar melakukan hal-hal domestik itu dikatakan perempuan tidak baik. Pasti kita perempuan yang nggak jago masak sering dikatain “Ih cewek kok nggak jago masak? Mau jadi apa kamu?!” aku sebenernya agak sedikit tersinggung, dengan omongan dari Bapaknya mantan yang bilang; “Wadon iku konco wingking, mosok gak bisa masak? Perempuan macam apa kamu?” Konco wingking? Teman dibelakang? Oh, maaf aku manusia seutuhnya dan aku mencari pendamping, bukan atasan. Saya tidak sedang melamar pekerjaan. Saya mencari suami yang menanggap bahwa pasangannya adalah manusia yang sepadan, bukan lebih rendah darinya.


Pandangan masyakarat terhadap perempuan yang berani mengemukakan pendapat itu bitch, dan wanita yang manut itu perempuan baik-baik? Jadi, aku adalah perempuan yang tidak baik karna pulang tengah malam atau pagi? Padahal itu urusan pekerjaan?

Aku punya temen yang seksi, seksi banget kayak Happy Salma (eh nulisnnya gini kan yah?). dia selalu dikatain slut, just because she’s sexy. Padalah dia sama sekali enggak mempertontonkan keseksiannya. Bajunya pun ketutup. Yah dasarnya seksi mah ya seksi aja, gausah dibuka-buka juga orang udah tau she’s hot. Sedihnya, yang ngatain dia slut pun malah kebanyakan wanita. Dan pernah temen-temen cowok aku tanyain, mau nggak punya istri dia( si mirip Happy Salma) they say “nggak mau ah, pasti udah dicobain banyak cowok. Alasan mereka bilang gitu? Karna si mirip Happy Salma ini banyak yang deketin dan cantik. Apa salahnya, seksi, cantik dan banyak yang deketin? Apalah lantas itu dianggap murahan? Gimana kalau si Happy Salma ini ternyata still virgin? Atau bahkan dia melakukan pacaran sehat? Kan kita juga nggak tau.

Terus perkara yang pakaiannya tertutup selalu lebih baik dibanding yang bajunya kebuka. Terus gimana kalau yang pakaian tertutup ini ternyata suka bergosip, suka memutar balikkan fakta, suka memanfaatkan orang lain. Sedangkan si pakaian terbuka ini malah suka menolong sesama, cuek sama gosip, nggak suka bergunjing, supel, dan ramah? Masyarat cenderung melebeli si pakaian tertutup dengan “Perempuan baik-baik” sedangkan sipakaian terbuka ini “Perempuan murahan.”

Menurutku pribadi sih, perempuan adalah manusia seutuhnya, derajatnya sama kaya laki-laki. Nggak bisa cuma lelaki aja yang punya jiwa kepeminpinan, dan wanita itu lemah lembut. Terus kalau sebuah perusahaan maju dipimpin oleh laki-laki, pasti semua orang bakal mengagumi. Tapi kalau dipimpin wanita pasti orang mencibir, mana “namanya juga cewek, pasti galak. Mimpinya pake mood” dan bla bla bla.

Pernah mengalami kejadian didepan mata kepala sendiri, seorang perempuan dilecehkan oleh sesama perempuan. Waktu itu kejadiannya udah agak malem, waktu pulang dari Mall abis nonton bioskop. Dibasement, ada mbak-mbak cantik pake hotpant jalan bareng temennya yang juga pake hotpants, kebetulah mobil mereka bersebelahan sama ibu-ibu yang juga mau pulang. Pas ibu-ibunya itu ngeliat kedua mbak-mbak cantik pake hotpant ini, ibu-ibu itu langsung marah-marah sama mbak-mbak ini, dikatain murahan dan lain sebagainya. Aku kok prihatin dan kasian sendiri sama mbak ini. Alasan pertaman kenapa prihatin, karna sesama wanita harusnya kita menjaga martabat kita satu sama lain, hanya karna kita berbeda dalam selera memilih busana, bukan berarti sebagian dari kita lebih baik/ lebih suci. Terus kasian, karna enggak sepantasnya mereka direndahkan seperti itu. Harusnya mereka dibiarkan dengan pilihan busana yang mereka inginkan. Juga kana itu bukan urusannya ibu-ibunya itu, kenal juga kagak kelez bukkk (yaelahhhh)


Lalu tanggapan masyarakat terhadap cewek bertato. Terlepas akhlaknya baik/buruk. Cewek bertato akan dicap jelek.  Entah ternyata dia sering menolong sesama, atau sering menjadi rewalan, atau juga pendonor darah tetap. Orang akan cenderung fokus pada tatonya yang dianggap tidak layak untuk perempuan. Lalu dia dilebeli perempuan nakal.

Terlepas dari pandangan agama/sosial. Tubuh kita adalah hak milik seutuhnya kita. Bagaimana nyamannya kita, toh semua resiko kita yang tanggung. Saya yakin mbak-mbak yang pake hotpants itu sudah tau resiko apa yang akan dia tanggung. Entah itu mata nakal para lelaki, atau tatapan sirik mbak-mbak lainya. Juga wanita-wanita yang bertato, kitakan nggak tau cerita apa dibalik tatonya. Aku kenal banyak kok cewek yang bertato tapi kalau lewat depan orang lain selalu bilang permisi, selalu kasih tempat duduk buat yang lebih tua, buat yang lagi hamil, difabel, anak-anak, dan ibu-ibu. Prestasi akademiknya juga bagus.

Bukankah pribadi kita masing-masing adalah pribadi yang merdeka? Bukannya arti merdeka itu independent tanpa campur tangan pihak luar. Bukannya setiap manusia berhak berekspresi atas dirinya sendiri? Bahkan ada beberapa wanita yang malah menjadi takut berekspresi karna takut dianggap bukan perempuan baik-baik. Takut dipandang wanita murahan oleh laki-laki.

Untuk semua wanita,
Wahai wanita yang seksi, yang cantik, yang berani, mempesona, menggoda, lemah lembut, bertato, berhijab. Kita semua adalah manusia yang seutuhnya. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk diantara kita. Masyarakatlah yang membeda-bedakan. Bahwa hatimu yang harus kamu jaga. Masalah penampilan itu adalah kebebasanmu berekspresi. Jadilah apa yang kamu inginkan. Pengen seksi kaya Angelina Joulie, boleh. Pengen soleh yang Mamah Dedeh, monggo. Pengen pinter kaya Cinta Laura, sok atuh. Pengen jadi wanita yang lembut kaya Umi Pipik, go ahead. Jadilah apa yang kamu mau, berekspresilah sesuai keinginanmu. Karna lelaki yang menganggapmu “konco winking” atau teman dibelakang, bukanlah lelaki yang pastas menjadi suamimu. Carilah suami yang menganggapmu partner. Yang menganggapmu teman satu tim. Kalian punya tugas yang sama berat. Nggak ada yang salah kok, jadi perempuan yang berani, independet, agresif, seksi, didekati banyak pria dan ekspresif. Yang salah itu pandangan masyarakat.

With love,
Perempuan.

No comments:

Post a Comment