Pages

Showing posts with label Poetry. Show all posts
Showing posts with label Poetry. Show all posts

Sunday, 10 November 2013

Kepada Siapa




Kepada siapa aku mengadu

Kepada siapa aku menangis

Kepada siapa aku menumpahkan cerita

Kepada siapa aku berteduh


                Aku takut mengganggu

    Aku takut kehadiranku mengusik


Sebaiknya kusimpan saja ini sendiri

Menyuguhkan senyum kepada meraka

Bukan berati senyumku palsu

Hanya saja aku tidak bisa menangis didepan

Monday, 3 December 2012

Still Missing You

Kangen sama orang yg gak bisa kita lihat, kita pegang, kita rasakan.. sama seperti waktu dulu, saat semuanya nyata :'). Dalam hati aku tersiksa rindu.. Paul...

Thursday, 29 November 2012

Kenangan Yang Tertidur Bersamamu


               Ah siapa itu sayang

                Ah apa itu sayang

Yang kami lihat hanya kotak putih diselubungi bunga-bunga yang cantik. Katakan sayang, katakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi..

Suara apa ini sayang? Yang kami dengar hanya sirine polisi, tapi mengapa tertulis ambulance? Mengapa sayang? Mengapa kamu naik kedalamnya? Oh tepatnya dinaikkan..

Katakan sayang, katakan pada kami.. darimana kamu bernapas jika kotak putih itu tertutup rapat? Atau mungkinkah kamu sudah menjadi bagian dari makhluk-makhluk indah yang kami sebut malaikat?
Jelaskan sayang, jelaskan pada mereka kalau kamu tidak akan meninggalkan kami.. katakan sayang, katakan dengan lantang! Apa sayang, apa yang kamu tunggu?

Sepulas itukah kamu tertidur, sayang? Bangun sayang, bangunlah! Kami masih ingin menggoyangkan tanganmu dengan tangan kami.. kami masih ingin melihat rambut ikalmu menggoda kami saat udara memainkan perannya.. kami masih ingin mendengar melodi-melodi yang terdengar saat kamu berbicara sayang..

Yakinkan kami sayang, yakinkan kami.. bahwa kami tidak harus menangis seperti mereka.. tepuk pundak kami sayang, dan tersenyumlah seperti biasa.. jangan membuat kami marah sayang, bangunlah! Ayolah, ini hanya untuk bercakap-cakap saja sayang, kami janji.. tidurlah dikasur yang ibumu biasa siapkan sayang, tidakkah kamu merasa sesak sayang?

Tunggu kami sayang, kamu tidur untuk waktu yang tiba-tiba.. tunggulah sayang, paling tidak sampai matahari malu-malu menampakkan dirinya lagi. Setergesa-gesa apakah kamu sayang? Kamu memang penuh kejutan sayang..

Apa sayang, apa yang membuat kami yakin bahwa kamu baik-baik saja? Apa sayang, apa yang membuat kami menyadari keberadaanmu sayang?

Terlalu jahat sayang, terlalu jahat bagi kami sayang.. lalu bagaimana sayang dengan kami, terlalu egois sayang, terlalu egois bagi kami…

Ataukah kami harus membiarkan semua kenangan ini ikut tidur bersamamu, sayang? Semoga sayang, semoga kenangan kami bisa menjadi bantal untukmu.. membuat kepalamu lebih tinggi dari badanmu.. membuat pundakmu tidak sakit.. agar kamu lebih nyenyak sayang..

Semoga sayang, semoga kenangan ini bersuara merdu nan mengalun-alun, untuk lagu tidurmu sayang.. semoga sayang, semoga kenangan ini berlapis tebal agar mengangatkanmu di bawah sana, mengahangatkanmu saat malam sayang, saat hujan, atau saat kami tidak berkunjung sayang.. semoga sayang, semoga kenangan yang ikut terkubur bersamamu memjadi mimpi panjang yang indah buatmu.

Semoga sayang, semoga saat kami terbangun.. kami melihatmu tidur dikasur yang ibumu biasa siapkan sayang, bukan dikotak putih itu.. semoga sayang, semoga….












Monday, 2 July 2012

Hi, Apa Kabar Kamu?


Hi, Kamu yang mempunyai lengkung senyum paling menawan? Hari ini aku menemukan twittermu. Kamu sedikit berbeda di ava twittermu, tapi aku suka itu. Kamu semakin menawan dengan jaket itu.
                Hi kamu yang dulu pernah mengisi hari-hariku? Siapa wanita yang kamu mention itu? Mengapa kalian mesra sekali? Ah mungkin itu penggantiku. Salah bila aku tidak ikut berbahagia. Tapi aku akan sangat berbohong bila aku tersenyum saat ini.
                Hi kamu yang membuat 28 Desember 2008 bukan hanya sekedar tanggal. Hi kamu yang dulu membuat aku berbohong pada ibuku. Hi kamu yang
dulu 
membuatku berbohong pada temanku. Hi kamu yang 
dulu 
membuat angkringan Malioboro indah dimalam hari. Hi kamu yang

membuatku  mengingatmu tiap kali melewati 21. Hi kamu yang 
dulu 
membuatku mau menuntun motor bututmu. Hi kamu yang 
dulu 
rela menungguku Putra Altar. Hi Kamu yang 
dulu 
menatapku sayu.










                Hi, Apa Kabar Kamu Sekarang?

Thursday, 28 June 2012

Maafkan Aku, Hatiku


                Setiap kata CINTA terdengar menari-nari mengejek ketidaktahuanku, bayangan indahmu berselebatan menghinggapi pikiranku yang masih bingung akan bayangmu. 
Mengapa bukan bayangannya, mengapa bayanganmu?
                Aku selalu berpikir, bahwa dialah yang aku cintai selama ini. Bahwa dialah yang aku inginkan selama hidupku. Tapi ternyata setiap darahku menginginkanmu, naluriku nyaman dibawah naungan lengan kokohmu. Entah sudah berapa lama otakku membohongiku, menutupi segala perkataan hatiku. Tapi, apakah ini juga cinta?
                CINTA, bagaimana? Sudah puaskah kamu, melihatku mencari jawaban di langit-langit kamarku? Mengapa? Aku kira naluri ini hanya sebatas kedekatan antar teman, namun lagi-lagi otak menyembunyikan kejujuran hatiku. Setiap lagu cinta terdengar genit membisikan liriknya, bayangmu sekali lagi mengambil tempatnya tak beranjak, kugelengkan kepalaku seakan bayangmu dapat tersibak dengan begitu, tidak, bayangmu kukuh tak beranjak.
                Maafkan aku, yang terlambat mengatakannya. Aku menyesal melihatmu menitikan bulir-bulir airmata itu dihadapanku, sungguh aku tidak menyangka bahwa aku juga mencintaimu, salahkan otakku yang berpresepsi kalau aku masih mencintainya, salahkan sikapku yang begitu nyaman dilengan kokohmu, salahkan canda tawa mu yang membuat aku tak berhenti tertawa, salahkan rambutmu yang tersibak alami dipermainkan oleh angin yang sepertinya dimabuk asmara dengan rambutmu, salahkan situasi yang mempertemukan kita. Tapi pada akhirnya, akulah yang harus kau persalahkan, aku yang bodoh, maafkan aku hatiku, aku tidak mendengarkanmu, maafkan aku juga hatiku, aku telah membuatmu sakit melihatnya merangkul wanita lain.
                Aku menyesal Tuhan. Aku menyasal Cing.


Teruntuk: Cacing.