Thursday, 13 September 2018

Versi Diriku Yang Ku Benci

Tuhan, mengapa diumurku yang sudah dewasa ini aku baru menyadari banyak hal yang salah tentang diriku. Diumur yang katanya banyak orang sedang mengalami life crisis justru aku baru belajar. Mengapa aku selalu merangkak, semua membuat progres, dan aku hanya membuat kesalahan-kesalahan sepele yang berujung pada keputusan konyol yang akhirnya membelokkanku kemasa depan yang....

Aku benci diriku yang pemalas, aku benci diriku yang boros, aku benci diriku yang kurang bekerja keras, aku benci diriku yang banyak mengeluh, aku benci diriku yang tidak tekun, aku benci diriku yang terlalu mengkhayal.

I WAS making so much money, dalam setahun aku mengumpulkan banyak sekali pundi-pundi yang sekarang entah dimana keberadaan uang-uang tersebut.

Coba lihat apa yang kupunya? I have none. The lust i have for food is sickening. I have too much thoughts. Kekawatiran tidak perlu, pemikiran-pemikiran terlalu matang hingga aku tidak mengambil keputusan, bahkan aku takut hanya untuk sekedar mencoba.

Kadang ingin kumaki diriku yang setahun lalu, atau diriku yang dulu. I hate how this depression leads me to binge eating. I hate how i get so much anxiety just to know that 3 things gonna happen in a week. I hate how i always want to go somewhere and ends up in bed looking at my phone.

Tuhan, diumurku yang dua tahun lagi ini akan menjadi seperempat abad. Dewasakan aku dalam menikmati uang.

No comments:

Post a Comment