Thursday, 25 April 2013

Selamat Jalan Inspirasiku. Selamat Jalan Mbah Kakung.


                6 April 2013 menjadi momen yang gak bakal terlupakan. Tuhan Yesus memanggil mbah kakung dalam damai. Dalam ketaatannya.
                Mbah Kakung, seseorang tanpa pendidikan formal dan hidup dalam kemiskinan dan harus membiayai kedua adiknya. Seseorang yang berhasil membiayai kedua anaknya. Seseorang yang berhasil membeli sebidang tanah yang cukup luas. Seseorang yang berhasil membangun rumah tanpa tukang, iya Beliau membangunnya sendiri. Semua itu didapat hanya dengan menjadi tukang jahit.
                Mbah kakung. Seseorang yang menginginkan yang terbaik bagi keluarganya. Kaya waktu ada barangku yang hilang, mbah kakung bakal cari barang itu, dan Tanya kesemua penghuni rumah, sampe aku aja udah lupa, tapi mbah kakung enggak.
                Mbah Kakung menjadi satu-satunya laki-laki dirumahku. Ya karna bapakku harus bekerja di Jakarta. Maka dari itu Mbah Kakung adalah bapakku..
                Seseorang yang menyebut somay, somo. Menyebut tempura tengkorak.
                Terlalu banyak cerita mbah, terlalu banyak kenangan. Trimakasih dan maaf mbah. Iloveyou.


Mbah Kakungku yang paling jagoan :'

Mbah Kakungku yang paling ganteng.


Wednesday, 3 April 2013

Tanpa ikatan. Kita.


             

 Hari itu seperti hari-hari biasanya yang lain. Kamu seperti biasa mencoba memasuki kerumitan yang aku buat sendiri. Sampai-sampai aku masih sering bertanya, “apa yang membuatmu begitu tertarik dengan semua hal yang menempel padaku?”

                Seperti biasanya juga kamu selalu menyelesaikan semua masalah yang aku buat, tanpa tujuan dan tanpa alasan. Ya, aku sangat sering membuat kesalahan. Seperti biasa juga kamu mengingatan segala sesuatu. Ya, aku mememang sangat pelupa. Seperti biasanya juga, kamu memandangku dan berkata “kempes, kamu yang semangat ya! Jangan patah arang dulu!”.

                Terkadang ada rasa takut yang terbesit didalam hatiku. Oke, bukan terkadang tapi selalu. Takut kalo kamu akan berhenti berusaha menyelami kerumitanku, takut kamu akan menemukan seseorang yang lebih mudah untuk dimengerti. Takut kamu menemukan seseorang yang lebih kuat dariku. Takut, kamu bosan dengan semua masalah yang ada dihidupku. Takut, kalo nanti kamu bosan akan semua cerita-ceritaku. Takut kamu tidak akan menganggapku spesial lagi.

                Sampai suatu hari semua ketakutan-ketakutanku menjadi nyata. Ya, kamu menemukannya. Kamu menemukan seseorang yang lebih pantas dan lebih segalanya dari aku.

                Taukan kamu, sampai sekarang aku masih menyesali semua yang pernah aku lakukan ke kamu. Semua yang membuatmu pergi. Tapi, tenang aku akan segera baik-baik saja. Membuat seseorang dalam hidupku pergi adalah keahlianku. Membuat semua orang menertawai kebodohanku juga adalah keahlianku. Dan, aku yakin kamu tau itu..

                Terimakasih ya, karna telah datang dan memberi warna dalam hidupku. Terimakasih sudah bertahan begitu lama dalam hidupku. Tidak apa-apa jika akhirnya kamu menyerah, aku paham kok. Menghadapi aku memang tidak mudah.

                Menghadapi aku yang labil, yang sering marah-marah sendiri. Yang tiba-tiba jadi baik banget, tiba-tiba berubah menjadi cuek memang tidak mudah bagi kebanyakan orang. Mungkin juga akhirnya tidak mudah bagimu.

Selamat ya, atas apa yang kamu peroleh sekarang. Jangan mengasiani aku, aku tidak apa-apa. Aku benar-benar ikut senang :). Sungguh!